Selasa, 16 Agustus 2011

Tragedi Titanic

2 Korintus 2:4


Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.


Kisah Titanic telah memikat hati banyak orang bahkan sebelum kisah tersebut difilmkan pada tahun 1997. Jelas, banyak kesalahan terjadi yang membuat kapal tersebut tenggelam. Sekalipun kapal tersebut dinyatakan sebagai kapal yang tidak mungkin tenggelam, kapal itu tenggelam. Bahkan tenggelamnya relatif mudah.












Kita tahu bahwa ada 1500 orang yang tewas dan terkubur di bawah es. Kita tahu bahwa saat itu tidak ada cukup ruang di sekoci penyelamat. Namun tahukah Anda bahwa banyak sekoci itu yang terisi setengah, beberapa hanya berisi empat atau lima orang dari kapasitas yang seharusnya bisa menampung 60 orang.


Jadi salah satu tragedy terbesar dari Titanic adalah fakta bahwa masih banyak tempat di sekoci penyelamat namun tidak ada satupun yang mau kembali untuk menyelematkan orang lain. Mereka mengayuh sekoci menjauhi kapal yang mulai tenggelam karena mereka takut terhisap. Mereka yang selamat mengatakan bahwa mereka bisa mendengar jeritan orang-orang ketika akhirnya Titanic menghilang ke dasar laut.


Disana, dimana masih ada tempat di sekoci penyelamat, mereka bisa mengayuh perahu tersebut kembali dan menolong orang-orang. Tetapi mereka tidak melakukan sesuatu. Mereka menunggu sekitar satu jam, baru mereka kembali. Namun saat itu, mereka hanya dapat menyelamatkan sedikit orang saja. Mereka menunggu hingga terlalu terlambat untuk menolong.


Saat ini, ada banyak orang yang belum selamat dilingkungan sekitar kita. Banyak mereka binasa padahal masih banyak tempat di sekoci kehidupan kita. Namun apakah kita cukup peduli untuk memberitakan kabar keselamatan di dalam Yesus Kristus, atau kita hanya nyaman dengan keselamatan kita sendiri? Mari kita ulurkan tangan kepada sekeliling kita dan katakan, “Marilah masuk ke dalam perahu kehidupan kekal yang ada di dalam Yesus Kristus.” (Adaptasi dari: Greg Laurie/Crosswalk)


Banyak tragedy dalam kehidupan terjadi seringkali karena ketidak pedulian kepada sesama.

9 Manfaat Tarik Napas Panjang

Ketika rasa panik dan gugup melanda, pernahkah mencoba untuk menarik napas Anda dengan panjang atau dalam, dan seketika perasaan Anda kembali tenang. Terasa aneh memang, tapi sangat efektif untuk dilakukan.


Ternyata, keuntungan menarik napas panjang/dalam tidak hanya untuk meredakan perasaan gugup. Para ahli mengatakan, menarik nafas dalam-dalam pada saat-saat tertentu dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya. Berikut adalah manfaat-manfaat lain dari bernapas dalam-dalam :


1. Meredakan stres












Aktivitas sehari-hari dan hubungan kita dengan sesama terkadang dapat meningkatkan kadar stres. Hal ini menyebabkan pernapasan menjadi lebih cepat dan tekanan darah pun meningkat. Padahal, kedua kondisi ini dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Menarik napas secara dalam dapat merupakan salah satu hal yang terbaik untuk meringankan rasa stres, sehingga pikiran kembali fokus dan jernih. Ketika menarik napas dengan dalam, Anda mengirimkan sinyal kepada otak untuk tenang dan rileks. Kemudian otak meneruskan sinyal tersebut ke tubuh, sehingga Anda merasa rileks kembali.


2. Mengurangi rasa cemas


Rasa cemas dapat berbahaya bagi kesehatan dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan penyakit. Latihan napas mendalam dapat membantu membersihkan setiap ‘sumbatan’ dalam pikiran, sehingga membantu Anda kembali fokus. Dengan begitu Anda dapat mengurangi ataupun menghilangkan rasa cemas Anda.


3. Memperbaiki sirkulasi darah


Menarik nafas dalam-dalam secara teratur  dapat meningkatkan dan memperbiki pengiriman oksigen ke seluruh organ tubuh. Cobalah menarik napas dalam melalui perut Anda untuk meningkatkan  suplai oksigen  ke organ-organ tubuh dan membantu seluruh perkembangan dari sistem tubuh.


4. Membantu Detoksifikasi


Menarik napas dalam secara rutin kita dapat melakukan detoksifikasi organ tubuh. Karena ketika kita menarik napas dengan dalam, dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh sehingga membersihkan sistem tubuh Anda.


5. Menurunkan tensi darah 


Menurut penelitian yang diterbitkan jurnal The Lancet, pasien jantung yang mengambil napas pendek sebanyak 12-14 hembusan per menit (enam hembusan napas permenit sudah dianggap optimal) lebih cenderung memiliki kadar oksigen rendah, yang dapat merusakan otot rangka dan fungsi metabolisme, sehingga menyebabkan atrofi otot (penurunan massa otot). Rutin menarik napas dengan dalam telah terbukti menurunkan tekanan darah.


6. Membantu mengurangi rasa sakit


Dengan menarik napas dalam-dalam, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin.  Ini adalag sejenis zat yang memberikan rasa nyaman dan  juga merupakan  pereda rasa sakit alami.  Hormon ini juga dapat membuat otot-otot menjadi lebih rileks. Otot yang tegang meruoakan penyebab utama nyeri pada leher, punggung dan lambung. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menarik napas dalam-dalam  memberikan manfaat bagi penderita asma.


7. Membantu memperbaiki kesehatan fisik dan mental


Bernapas dalam-dalam dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah, meningkatkan kesehatan dalam berbagai cara—memperlambat detak jantung Anda, memperbaiki sirkulasi, menurunkan tekanan darah, dan membantu pencernaan, sehingga pada akhirnya membantu meningkatkan kinerja mental dan energi.


8. Relaksasi Perut


Penelitian telah menunjukkan dengan menarik napas dengan dalam dapat merelaksasi perut dan membantu perut Anda untuk bergerak dengan tepat. Jadi, jika Anda sedang mengalami pergejolakan di dalam perut cobalah untuk menarik napas dengan dalam, terutama ketika Anda sedang berada di toilet.


9. Mengurangi Rasa Gugup


Gugup merupakan perasaan yang umum dialami oleh setiap orang. Terkadang rasa gugup dapat membuat seseorang sulit untuk berbicara, ketika hal tersebut terjadi, bernapas dalam-dalam dapat dilakukan untuk mengatasinya. Cobalah untuk menutup mata sambil menarik napas dengan dalam selama satu atau dua menit.

Motorola Defy+, Smartphone Android Tertangguh

Ponsel Android tahan banting makin ramai dengan kehadiran Defy+ dari Motorola, vendor yang baru saja diakuisisi Google. Selain lebih baik kemampuannya ketimbang versi pertama Defy, ia juga disebut-sebut sebagai smartphone Android tertangguh.


Handset berbasis Android Gingerbread ini dibekali sertifikasi IP67. Artinya, ia bisa bertahan dalam kondisi ekstrim. Sebut saja tercebur air, terbanting, tergores ataupun dibanjiri debu.


Layarnya berteknologi Gorilla Glass untuk memperkuat ketahanan Defy+. Terdapat juga aplikasi pre-loaded bernama CardioTrainer untuk menganalisis kegiatan berbau fisik penggunanya.












Defy+ disebut-sebut lebih tangguh dari Galaxy Xcover, ponsel Android tahan banting baru besutan Samsung. Selain itu, spesifikasinya cukup mumpuni dengan prosesor 1GHz, kamera 5 megapixel dan layar 3,7 inch resolusi tinggi.


Motorola Defy+ akan segera tersedia di Asia, Eropa dan Amerika Latin. Demikian dikutip dari Pocket Link, Selasa (16/8/2011).

Facebook Pertemukan Ibu & Anak yang Terpisah 63 Tahun

Kisah mengharukan kembali terjadi melalui perantara Facebook. Ibu dan anak yang telah terpisah selama 63 tahun akhirnya bisa bersatu kembali.


Helen Torres, di usianya yang ke-17 pada 1948 tengah dalam keadaan mengandung. Di usia yang masih belia tersebut Helen dikirim ke sebuah panti untuk para wanita yang hamil di luar nikah. Di tempat itu pula Helen melahirkan bayi perempuan yang kemudian diberi nama Christina.


Malang bagi Helen, dia dipaksa menyerahkan Christina kepada pasangan suami istri yang mengadopsinya. Selama 12 tahun Helen masih terus berusaha mengawasi pertumbuhan anak perempuannya dari jauh. Namun kemudian, Helen kehilangan jejak Christina.












Meski Helen kemudian menikah dan mempunyai lima anak, bagaimanapun dia tetap teringat akan Christina dan masih berharap suatu saat bisa bertemu dengan putri pertamanya itu.


Secercah harapan mulai datang setelah Helen menceritakan kepada anak-anaknya yang lain tentang Christina. Salah satu anak termuda, Deneen mendapat ide untuk melacak keberadaan Christina melalui catatan publik menggunakan akta kelahiran.


Dilansir Digital Trends, Selasa (16/8/2011), Deneen pun mengumpulkan semua foto dan informasi tentang Christina untuk membuat sebuah halaman Facebook. ‘Searching for my sister, Mary Christine Bustamante (Gray) DOB 3/8/1948‘, demikian judul page Facebook yang dibuatnya Januari silam.


Agar lebih memudahkan siapa saja menemukan Christina, Deneen juga menyertakan detail informasi tentang orangtua adopsi Christina seperti nama ayah adopsi, gereja tempat kedua orangtua adopsinya menikah, bahkan nama teman baik Christina di Pico Rivera, California.


Tak disangka, upaya Deneen berhasil. April 2011, seorang wanita menghubunginya melalui Facebook. Wanita tersebut tak lain adalah Christina yang kini telah berusia 63 tahun. Christina yang kini memiliki nama Chris Gray rupanya tinggal tak begitu jauh dari kediaman Helen yakni berjarak sekitar 112 kilometer.


Christina mengaku terkejut mengetahui dirinya adalah anak adopsi. Pasalnya, kedua orangtua adopsinya yang kini telah almarhum tidak pernah memberitahukan hal itu. Juni 2011, Christina pun dipertemukan dengan Helen dalam suasana penuh haru. Beruntung, Tuhan masih memberi kesempatan bagi keduanya untuk berjumpa kembali.

66 Tahun Merdeka, Benarkan Indonesia Tidak Gagal?

Selasa lalu (16/8) dalam Sidang Paripurna menyambut HUT RI ke 66, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Indonesia bukan negara gagal dan bankrut. Bahkan dengan percaya diri Presiden SBY menegaskan bahwa Indonesia tercatat sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar.


“Dengan kepercayaan diri yang penuh namun dengan tetap rendah hati, saya bisa pastikan bahwa kita bukan negara yang berada di bibir jurang kegagalan dan kebankrutan,” demikian ungkap Presiden SBY.


Sayangnya kemajuan Indonesia di 66 tahun kemerdekaannya ini masih belum dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Bahkan beberapa waktu ini masyarakat dunia maya melalui jejaring sosial Twitter menyerukan isi hatinya tentang mirisnya kondisi kemerdekaan Indonesia ini dengan trending topik #PercumaMerdeka. Banyak diantaranya memang menggambarkan kondisi nyata Indonesia, berikut adalah beberapa pernyataan mereka:












coretanUnyil Dee’ soesantio


#percumamerdeka kalo gaji stiap tahun naik tp pelayanan publik NOL besar!! *edisibukanPNS*


dwiSKRM: #percumamerdeka kalau ‘orang mayoritas’ merasa paling atas dari ‘orang minoritas’


gunturkecebur Silverius Guntur


yg ngegrebek itu yg belum merdeka, bah RT @jayaroxx: #percumamerdeka klo warung nasi aja digrebeg☹


jayaroxx Abah cRott


#percumamerdeka klo warung nasi aja digrebeg☹


sheilayla Shei Latiefah


#PercumaMerdeka kalo anggaran pendidikan 20% cumak angka& pendidikan yg nyata tdk dijalankan. Yok!maen ke desa gue,msh bnyk skolah ambruk


sheilayla Shei Latiefah


#PercumaMerdeka kalo rakyat miskin ngga boleh menikmati tanah air. Kekayaannya, hak-haknya, dan kadar hidupnya. Meh!


omuniuum Omuniuum


#percumamerdeka kalau produksi dalam negeri jadi mahal karena bahan bakunya impor padahal harusnya bisa bikin sendiri


Ray_Nia Raynia Atmadja


#PercumaMerdeka kalo udah jadi pejabat ngelliat duit bukan Merah Putih tapi Hijau


Tentu saja kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan pengorbanan jiwa para pahlawan bukanlah sesuatu yang percuma atau sia-sia. Hanya saja, saat ini kemerdekaan ini belum sepenuhnya terwujud di negeri ini. Sekalipun kita sudah merdeka dari penjajahan bangsa lain, namun Indonesia masih terjajah oleh banyak hal lainnya seperti kemiskinan, kebodohan, ideologi garis keras dan korupsi. Untuk benar-benar mewujudkan kemerdekaan dalam segala bidang, hal itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun juga tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Selamat merayakan HUT RI ke 66, dan mari kita perjuangankan kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya.

Merdeka Setiap Hari

Galatia 5:1


 
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Jujur saya katakan saya tidak sepenuhnya memahami arti kata kemerdekaan. Saat melakukan upacara bendera dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, terselip satu rasa yang bertanya, “Sungguhkah kita sudah merdeka?” Di bawah pengajaran Alkitab, kita belajar akan tiga kekuatan besar yang membuat kita tidak dapat menemukan warisan rohani yang telah diberikan kepada kita. Ketiga musuh itu adalah dunia, kedagingan dan iblis.


Seringkali kita terjebak dalam dunia konsumerisme. Istilah Alkitab yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini adalah dipengaruhi oleh keinginan mata. Kita menghabiskan banyak waktu dan energi untuk berkunjung ke ‘tempat ibadah modern’ umat manusia yang dikenal sebagai mall. Banyak orang yang begitu memuja gaya hidup ini yang terlihat dari cara mereka berbelanja secara sembrono. Tapi sadarkah Anda terlalu banyak harga yang harus Anda bayar jika Anda tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup Anda.












Hal ini sungguh menyadarkan saya untuk melepaskan segala keinginan materi karena sesungguhnya di saat yang sama, saya kehilangan kebebasan sejati saya yang sangat berharga. Rhema ini terjadi ketika saya sepakat dengan Tuhan bahwa terlalu tinggi harga yang harus saya bayar dengan gaya hidup yang jauh dari-Nya. Saya sadar apapun yang menggantikan posisi-Nya sebagai pusat kehidupan saya merupakan berhala. Dan saya harus melepaskan hal itu.


Bersama Tuhan, saya pun membenahi hati saya di hadapannya. Dan Tuhan membawa saya ke Galatia 5:1. Saya pun menemukan bahwa di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan (Yohanes 8:36). Ada pertandingan iman yang harus dimenangkan untuk mempertahankan kemerdekaan itu. Kemerdekaan itu sendiri saya peroleh melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Jadi, kenapa saya tidak berjuang untuk itu?


Saya belajar suatu pelajaran yang sangat berharga. Kebebasan TIDAK datang dengan gratis. Bagi saya, hal itu bicara tentang berdoa senantiasa, menjaga hati dan berdiri teguh dengan perisai iman saya. Salah satu kunci untuk menikmati kemerdekaan ini adalah dengan menyadari bahwa pertempuran iman ini telah dimenangkan Yesus bagi kita. Kita percaya bahwa pintu penjara telah terbuka lebar dan pada satu titik kita dapat keluar dan bebas dari perhambaan dosa. Seringkali yang terjadi adalah kita yang mengunci diri kita sendiri di dalam penjara dosa karena kita melupakan siapa diri kita dan apa yang kita miliki di dalam Kristus.


 


Doa saya adalah agar kita semua yang dipanggil dengan nama-Nya tahu dan mengerti bahwa itulah yang diinginkan Tuhan agar kita menyadari kebebasan yang kita miliki, bukan hanya sehari dalam setahun, namun setiap hari memproklamirkan kebebasan kita dengan sukacita. Merdeka harus kita nikmati setiap hari.


 Doa, menjaga hati dan berdiri teguh dengan perisai iman akan membawa Anda kepada kemenangan dari pertandingan iman.

Nonton TV Dapat Memperpendek Usia

Selama ini, televisi dianggap menjadi sarana hiburan utama di rumah. Namun, terlalu banyak televisi ternyata bisa mengurangi usia Anda. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan di Australia.


Penelitian yang kemudian dimuat di British Journal of Sports Medicine ini menyebutkan, tiap satu jam menonton televisi bisa mengurangi usia sebanyak 22 menit, untuk orang yang berusia di atas 25 tahun.


Dr Lenner Veerman, salah satu penulis jurnal, kemudian mengatakan, menonton televisi memiliki risiko mengurangi usia yang sama dengan merokok dan obesitas. “Ketika usia yang berkurang akibat rokok menurun, tapi tidak demikian dengan menonton TV, yang memiliki dampak ke tingkat populasi,” kata Veerman, yang juga peneliti dari Universitas Queensland.












Tahun lalu, penelitian di Australia menunjukkan, satu jam menonton TV menyebabkan risiko kematian dini yang meningkat menjadi 8 persen.


“Kami melakukan penelitian itu dan kemudian kami terjemahkan bahwa harapan hidup di Australia bergantung kepada berapa lama kita menonton TV,” ucap Veerman.


Masyarakat Australia rata-rata menonton TV selama dua jam sehari. Ini menyebabkan harapan hidup sejak lahir berkurang 1,8 tahun untuk laki-laki dan 1,5 tahun untuk perempuan, menurut penelitian.


Terlalu banyak duduk (di depan televisi), dan kurang olahraga memang selama ini diasosiasikan dengan meningkatnya risiko kematian. “Secara logika, kita tahu bahwa aktivitas fisik baik untuk kesehatan. Tentu kurang latihan tidak baik untuk kesehatan,” ucap Veerman.


Penelitian ini sendiri juga dibuat berdasarkan survei dan observasi yang dilakukan sejak tahun 1999 – 2000 dengan partisipan sebanyak 11 ribu orang, yang berusia di atas 25 tahun. Partisipan ini kemudian melaporkan berapa lama mereka menonton televisi dan video, sebagai aktivitas utama. Ini tidak termasuk menonton tv sambil menyetrika atau memasak.


Penelitian kemudian menunjukkan seseorang yang menonton TV lebih dari enam jam sehari memiliki usia yang berkurang 4,8 tahun, dibanding uang tidak menonton TV.