Selasa, 16 Agustus 2011

Penangkapan Nazaruddin Bukti Pemerintah Serius

Penangkap buronan M Nazaruddin di Kartagena, Kolumbia, menandakan pemerintah serius dalam pemberantasan korupsi.


“Kita harus apresiasi kerja keras Polri. Artinya, ini kan membantah spekulasi di masyarakat bahwa selama ini kelihatan tidak serius,” ujar Jubir Kepresidenan, Julian Pasha, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (8/8/2011).


Sebagaimana diberitakan, interpol Kolumbia menangkap orang yang identik dengan M Nazaruddin ketika hendak keluar dari Kolumbia, Minggu (7/8/2011).












Nazaruddin kini berada di Bogota dan dalam penjagaan interpol Kolumbia. Dubes RI sudah menemuinya. Saat ini, tim Polri meluncur ke Kolumbia.

Waspadalah! Badai Matahari akan Sambar Bumi Minggu Ini

Dalam beberapa hari ini, akibat tiga letupan besar di permukaan Matahari sepanjang minggu lalu, bakal menimbulkan gelombang badai elektromagnetik. Badai Matahari ini bisa menyebabkan gangguan satelit, perangkat telekomunikasi, serta elektronik.


Pemerintah Amerika Serikat, bahkan secara khusus mengeluarkan peringatan risiko tersebut. “Badai Matahari yang akan terjadi berikutnya mungkin memiliki level sedang atau kuat,” kata Joseph Kunches, ilmuwan dari Space Weather Prediction Center, divisi dari National Oceanic and Atmospheric Adaministration (NOAA).


Kunches mengungkapkan, badai Matahari yang terjadi minggu lalu dan berikutnya bisa berdampak pada satelit komunikasi dan Global Positioning System (GPS) dan bahkan dapat menciptakan aurora yang bisa dilihat dari wilayah Minesota dan Winconsin, Amerika Serikat.












Aurora yang tercipta, disebut aurora borealis, merupakan cahaya alami yang bisa dilihat di wilayah Artik dan Antartika. Fenomena itu terbentuk akibat tumbukan antara partikel berenergi tinggi dengan atom di lapisan atas atmosfer.


Menurut NOAA, kerusakan besar akibat badai Matahari jarang terjadi, namun pernah dilaporkan adanya dampak serius. Pada tahun 1989 misalnya, badai Matahari mengakibatkan pembangkit listrik di Quebec, Kanada, lumpuh sehingga warga setempat harus hidup tanpa listrik selama berjam-jam.


Sementara, dampak terbesar badai Matahari terjadi pada tahun 1859. Badai Matahari melumpuhkan sistem komunikasi telegraf di seluruh dunia dan mencipatakan aurora yang bisa dilihat hingga Karibia.


Sistem telegraf dilaporkan terus mengirimkan sinyal walaupun baterai telah dicopot. Bagaimana dengan dampak badai Matahari kali ini? Kunches mengungkapkan, “Saya pikir badai Matahari yang terjadi kali ini tak akan mendekati itu. Ini akan ada pada angka dua atau tiga dari lima pada skala NOAA Space Weather.”


Tapi, tetap harus diwaspadai. Badai Matahari pertama yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sedikit dampak di Bumi. Sementara badai yang kedua lebih kuat. Yang ketiga, masih belum dilaporkan, tetapi kemungkinannya bisa memperburuk badai Matahari yang kedua atau tidak berdampak sama sekali.


Direktur Space Weather Prediction, Tom Bogdan, mengatakan, puncak badai Matahari terjadi setiap 12 tahun sekali. Seperti dikutip Reuters, Jumat (5/8/2011), ia memperkirakan badai Matahari berikutnya akan terjadi pada tahun 2013.

FOTO: Kerusuhan Massa di London

Ratusan massa yang beringas menyerbu pusat-pusat pertokoan di London, Inggris, dalam empat hari terakhir. Serbuan massa ini menyisakan bangunan yang hangus terbakar atau toko yang hancur dijarah.


Pemerintah Inggris menurunkan 16.000 polisi untuk mengamankan lokasi rawan kerusuhan. Kerusuhan dilaporkan menyebar ke tujuh lokasi lain di luar London.


Kerusuhan terjadi pada Sabtu malam pekan lalu, dipicu oleh kematian Mark Duggan yang ditembak polisi. Keluarga dan kerabat Duggan yang tidak menerima perlakuan tersebut langsung mengumpulkan massa menyerang kantor polisi.













Kobaran api di sebuah gedung di Tottenham, London Utara, Minggu (7/8), yang terjadi akibat masyarakat turun ke jalan berdemonstrasi dan membakar bangunan dan kendaraan.




Sebuah gedung hancur terbakar di Tottenham, London Utara, Minggu (7/8), akibat kerusuhan yang memprotes aksi penembakan polisi terhadap seorang warga.




Polisi berdiri berjajar selama terjadinya kerusuhan di Enfield, London Utara, Minggu (7/8).




Para pemuda melemparkan batu bata ke arah polisi pada kerusuhan yang terjadi di Enfield, London Utara, Minggu (7/8).




Polisi bersiap siaga di depan gedung terbakar di Tottenham, London Utara, Minggu (7/8), akibat kerusuhan yang memprotes aksi penembakan polisi terhadap seorang warga.




Para demonstran menghadapi polisi yang berusaha menghampirinya di Tottenham, London Utara, Minggu (7/8).


 

FOTO: Nazaruddin Akhirnya Tiba di Jakarta

Tersangka kasus korupsi wisma atlet Muhamamad Nazaruddin akhirnya tiba di Indonesia, Sabtu (13/8/2011). Pesawat Gulstream yang mengangkut Nazaruddin tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 19.50 WIB.


 













Nazaruddin turun dari pesawat dengan muka terus tertunduk.




Nazaruddin keluar pesawat sekitar pukul 20.04 WIB. Nazaruddin terlihat dikawal oleh beberapa petugas.

VIDEO: Lagu Indonesia Raya Versi Asli 1928


Lagu Indonesia Raya versi asli ciptaan Wage Rudolf Supratman di temukan di Perpstakaan Leiden, Belanda


Lirik asli (1928)


INDONESIA RAJA












I



Indonesia, tanah airkoe,

Tanah toempah darahkoe,

Disanalah akoe berdiri,

Mendjaga Pandoe Iboekoe.





Indonesia kebangsaankoe,

Kebangsaan tanah airkoe,

Marilah kita berseroe:

“Indonesia Bersatoe”.




Hidoeplah tanahkoe,

Hidoeplah neg’rikoe,

Bangsakoe, djiwakoe, semoea,

Bangoenlah rajatnja,

Bangoenlah badannja,

Oentoek Indonesia Raja.



II



Indonesia, tanah jang moelia,

Tanah kita jang kaja,

Disanalah akoe hidoep,

Oentoek s’lama-lamanja.





Indonesia, tanah poesaka,

Poesaka kita semoea,

Marilah kita mendoa:

“Indonesia Bahagia”.




Soeboerlah tanahnja,

Soeboerlah djiwanja,

Bangsanja, rajatnja, semoeanja,

Sedarlah hatinja,

Sedarlah boedinja,

Oentoek Indonesia Raja.



III



Indonesia, tanah jang soetji,

Bagi kita disini,

Disanalah kita berdiri,

Mendjaga Iboe sedjati.





Indonesia, tanah berseri,

Tanah jang terkoetjintai,

Marilah kita berdjandji:

“Indonesia Bersatoe”




S’lamatlah rajatnja,

S’lamatlah poet’ranja,

Poelaoenja, laoetnja, semoea,

Madjoelah neg’rinja,

Madjoelah Pandoenja,

Oentoek Indonesia Raja.



Refrain



Indones’, Indones’,

Moelia, Moelia,

Tanahkoe, neg’rikoe jang koetjinta.

Indones’, Indones’,

Moelia, Moelia,

Hidoeplah Indonesia Raja.




Senin, 18 Juli 2011

Gempa 6,2 SR Guncang Filipina

Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) mengguncang Pulau Negros di Filipina. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan usai gempa berlangsung.



Menurut Badai Survei Geologis Amerika Serikat (USGS) titik pusat gempa dilaporkan berada pada 126 kilometer barat daya kota Dumaguete dan sekira 576 kilometer tenggara dari Ibukota Filipina, Manila.


Sementara pusat kedalaman gempa dilaporkan mencapai 19 kilometer. Gempa besar ini juga diikuti oleh gempa susulan yang melanda 15 menit kemudian. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (12/7/2011).


Tidak ada peringatan bahaya tsunami menyusul gempa terjadi. Hingga saat ini Pemerintah Filipina belum melaporkan adanya jumlah korban jiwa dan kerusakan akibat gempa.


Gempa ini adalah rentetan bencana alam yang dilanda Filipina. Sebelumnya, Juni lalu Filipina juga dikabarkan mengalami banjir bandang. Banjir bandang tersebut dinilai cukup memporak porandakan kota tersebut.

Banjir bandang tersebut dipicu oleh posisi Intertropical Convergence Zone (ITCZ), yakni Zona ini merupakan tempat berkumpulnya awan-awan. Oleh karena itu hujan yang deras yang memicu banjir kerap terjadi di kota tersebut. Banjir itu telah menewaskan 14 orang.

Gunung Lokon Meletus, 4.692 Penduduk Diungsikan

Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pagi tadi meletus kembali dengan ketunggian 300 meter, 4.692 penduduk diungsikan.


Direktur Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Niugroho mengungkapkan sekitar pukul 05.15 WITA meletus kembali dengan ketinggian 300 meter dari kawah Tompulan.


“Jumlah pengungsi terus bertambah. Kini telah mencapa 4.692 orang yang terdiri dari 2.417 orang laki-laki dan 2.275 orang perempuan,” ujar Sutopo, Sabtu (16/7/2011).
















“Dari total pengungsi, 1.352 kepala keluarga tersebar di 6 pos pengungsian,” tambah Sutopo.


Menurut Sutopo, sebelumnya Gunung Lokon juga telah meletus dengan ketinggian 800 meter dari kawah yang sama. Sampai dengan saat ini, aktivitas gunung itu masih terus terjadi dengan adanya gempa vulkanik, tremor dan asap yang keluar.