Senin, 18 Juli 2011

Gunung Lokon Meletus, 4.692 Penduduk Diungsikan

Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pagi tadi meletus kembali dengan ketunggian 300 meter, 4.692 penduduk diungsikan.


Direktur Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Niugroho mengungkapkan sekitar pukul 05.15 WITA meletus kembali dengan ketinggian 300 meter dari kawah Tompulan.


“Jumlah pengungsi terus bertambah. Kini telah mencapa 4.692 orang yang terdiri dari 2.417 orang laki-laki dan 2.275 orang perempuan,” ujar Sutopo, Sabtu (16/7/2011).
















“Dari total pengungsi, 1.352 kepala keluarga tersebar di 6 pos pengungsian,” tambah Sutopo.


Menurut Sutopo, sebelumnya Gunung Lokon juga telah meletus dengan ketinggian 800 meter dari kawah yang sama. Sampai dengan saat ini, aktivitas gunung itu masih terus terjadi dengan adanya gempa vulkanik, tremor dan asap yang keluar.

Gunung Lokon Meletus, 4.692 Penduduk Diungsikan

Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pagi tadi meletus kembali dengan ketunggian 300 meter, 4.692 penduduk diungsikan.


Direktur Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Niugroho mengungkapkan sekitar pukul 05.15 WITA meletus kembali dengan ketinggian 300 meter dari kawah Tompulan.


“Jumlah pengungsi terus bertambah. Kini telah mencapa 4.692 orang yang terdiri dari 2.417 orang laki-laki dan 2.275 orang perempuan,” ujar Sutopo, Sabtu (16/7/2011).
















“Dari total pengungsi, 1.352 kepala keluarga tersebar di 6 pos pengungsian,” tambah Sutopo.


Menurut Sutopo, sebelumnya Gunung Lokon juga telah meletus dengan ketinggian 800 meter dari kawah yang sama. Sampai dengan saat ini, aktivitas gunung itu masih terus terjadi dengan adanya gempa vulkanik, tremor dan asap yang keluar.

Gempa 5,1 SR Goyang Barat Daya Kendari

Gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang barat daya Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebelumnya, gempa dengan kekuatan lebih kecil juga melanda wilayah tersebut.


Data BMKG menyebutkan, Gempa pertama terjadi pada pukul 15.53 WIB, Senin (11/7/2011), dengan kekuatan 5,4 SR. Titik pusat gempa berada di 87 km barat daya Kendari.


Sedangkan gempa kedua menghentak sekitar pukul 18.38 WIB dengan kedalaman 21 Km. Kekuatannya lebih rendah dibanding gempa pada sore hari, yakni 5,1 SR.
















Episentrum gempa juga lebih jauh, 102 Km. Namun, gempa kedua ini mempunyai kedalaman lebih dangkal, sekitar 10 Km.


Belum diketahui dampak dari peristiwa alam ini. BMKG tidak merilis potensi terjadinya tsunami atas gempa tersebut.

Gempa 6,2 SR Guncang Filipina

Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) mengguncang Pulau Negros di Filipina. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan usai gempa berlangsung.



Menurut Badai Survei Geologis Amerika Serikat (USGS) titik pusat gempa dilaporkan berada pada 126 kilometer barat daya kota Dumaguete dan sekira 576 kilometer tenggara dari Ibukota Filipina, Manila.


Sementara pusat kedalaman gempa dilaporkan mencapai 19 kilometer. Gempa besar ini juga diikuti oleh gempa susulan yang melanda 15 menit kemudian. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (12/7/2011).


Tidak ada peringatan bahaya tsunami menyusul gempa terjadi. Hingga saat ini Pemerintah Filipina belum melaporkan adanya jumlah korban jiwa dan kerusakan akibat gempa.


Gempa ini adalah rentetan bencana alam yang dilanda Filipina. Sebelumnya, Juni lalu Filipina juga dikabarkan mengalami banjir bandang. Banjir bandang tersebut dinilai cukup memporak porandakan kota tersebut.

Banjir bandang tersebut dipicu oleh posisi Intertropical Convergence Zone (ITCZ), yakni Zona ini merupakan tempat berkumpulnya awan-awan. Oleh karena itu hujan yang deras yang memicu banjir kerap terjadi di kota tersebut. Banjir itu telah menewaskan 14 orang.

Gempa 6,2 SR Guncang Filipina

Gempa berkekuatan 6,2 skala richter (SR) mengguncang Pulau Negros di Filipina. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan usai gempa berlangsung.



Menurut Badai Survei Geologis Amerika Serikat (USGS) titik pusat gempa dilaporkan berada pada 126 kilometer barat daya kota Dumaguete dan sekira 576 kilometer tenggara dari Ibukota Filipina, Manila.


Sementara pusat kedalaman gempa dilaporkan mencapai 19 kilometer. Gempa besar ini juga diikuti oleh gempa susulan yang melanda 15 menit kemudian. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (12/7/2011).


Tidak ada peringatan bahaya tsunami menyusul gempa terjadi. Hingga saat ini Pemerintah Filipina belum melaporkan adanya jumlah korban jiwa dan kerusakan akibat gempa.


Gempa ini adalah rentetan bencana alam yang dilanda Filipina. Sebelumnya, Juni lalu Filipina juga dikabarkan mengalami banjir bandang. Banjir bandang tersebut dinilai cukup memporak porandakan kota tersebut.

Banjir bandang tersebut dipicu oleh posisi Intertropical Convergence Zone (ITCZ), yakni Zona ini merupakan tempat berkumpulnya awan-awan. Oleh karena itu hujan yang deras yang memicu banjir kerap terjadi di kota tersebut. Banjir itu telah menewaskan 14 orang.

Gunung Lokon Meletus, 4.692 Penduduk Diungsikan

Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pagi tadi meletus kembali dengan ketunggian 300 meter, 4.692 penduduk diungsikan.


Direktur Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Niugroho mengungkapkan sekitar pukul 05.15 WITA meletus kembali dengan ketinggian 300 meter dari kawah Tompulan.


“Jumlah pengungsi terus bertambah. Kini telah mencapa 4.692 orang yang terdiri dari 2.417 orang laki-laki dan 2.275 orang perempuan,” ujar Sutopo, Sabtu (16/7/2011).
















“Dari total pengungsi, 1.352 kepala keluarga tersebar di 6 pos pengungsian,” tambah Sutopo.


Menurut Sutopo, sebelumnya Gunung Lokon juga telah meletus dengan ketinggian 800 meter dari kawah yang sama. Sampai dengan saat ini, aktivitas gunung itu masih terus terjadi dengan adanya gempa vulkanik, tremor dan asap yang keluar.

Gunung Lokon Meletus, 4.692 Penduduk Diungsikan

Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pagi tadi meletus kembali dengan ketunggian 300 meter, 4.692 penduduk diungsikan.


Direktur Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Niugroho mengungkapkan sekitar pukul 05.15 WITA meletus kembali dengan ketinggian 300 meter dari kawah Tompulan.


“Jumlah pengungsi terus bertambah. Kini telah mencapa 4.692 orang yang terdiri dari 2.417 orang laki-laki dan 2.275 orang perempuan,” ujar Sutopo, Sabtu (16/7/2011).
















“Dari total pengungsi, 1.352 kepala keluarga tersebar di 6 pos pengungsian,” tambah Sutopo.


Menurut Sutopo, sebelumnya Gunung Lokon juga telah meletus dengan ketinggian 800 meter dari kawah yang sama. Sampai dengan saat ini, aktivitas gunung itu masih terus terjadi dengan adanya gempa vulkanik, tremor dan asap yang keluar.